Kesalahan-Kesalahan di Bulan RAMADHAN - Ustadz Najmi Umar Bakkar

Kajian di Babussalam As-Sunnah Kesalahan-Kesalahan di Bulan RAMADHAN - Ustadz Najmi Umar Bakkar

 40 Kesalahan2 Di Bulan Ramadhan

(01). Tidak ada keikhlasan dalam beribadah

(02). Beribadah tidak sesuai dengan contoh, tuntunan, dalil dan sunnah (ajaran) Nabi ﷺ

(03). Tidak mau mempelajari bagaimana hukum-hukum yang berkaitan dengan ibadah seperti puasa, shalat dll

(04). Tidak bertaubat padahal sudah berada di bulan Ramadhan

(05). Tidak menggunakan rukyah (melihat bulan) tapi metode hisab saat menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal

(06). Melakukan pembatal2 puasa dengan sengaja 

(07). Melakukan pembatal2 pahala puasa, seperti ghibah (menggunjing), berbohong, bertengkar dll

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan keji dan dusta, serta melakukannya, maka Allah tidak butuh dengan puasanya" (HR. Bukhari)

الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ

"Puasa bagaikan perisai, janganlah berkata keji dan kotor dengan berbuat jahil…" (HR. Muttafaqun ‘alaih)

(08). Melafazhkan niat puasa dengan nawaitu shouma ghodin.....

Tidak ada dalil dan contoh dari Nabi untuk melafazhkannya niat puasa. Niat itu tempatnya di hati, sehingga cukup seseorang bangun untuk makan sahur, atau bertekad untuk berpuasa sebelum tidur, atau yang semisalnya tanpa perlu melafazhkan niat di lisan.

(09). Mengajak kaum muslimin untuk membaca niat di atas setiap selesai shalat witir

(10). Makan sahur di waktu tengah malam

Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata:

تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ . قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ اْلأَذَانِ وَالسَّحُوْرِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِيْنَ آيَةً

"Kami sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bangkit menuju shalat, aku bertanya : "Berapa jarak waktu antara adzan dan sahur ?" Dia menjawab : "Kira-kira 50 ayat" (HR. Bukhari)

(11). Tidak bersahur dengan sengaja

Dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda :

السُّحُورُ كُلُّهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ

"Sahur itu penuh dengan barakah. Maka, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air, (karena) sesungguhnya Allah dan para Malaikatnya bershalawat kepada orang-orang yang sahur" (HR. Ahmad no  11086)

"Sahur-lah kalian, karena dalam makan sahur itu ada keberkahan" (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095)

"Sebaik-baiknya Sahur dengan kurma. (HR. Abu Dawud no. 2345)

Dari ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim no. 1096)

(12). Mengakhirkan berbuka puasa

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفُطُوْرُ

"Manusia senantiasa dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka" (HR. Muttafaqun ‘alaih)

فَإِنَّ الْيَهُوْدَ يُؤَخِّرُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang Yahudi selalu mengakhirkan (berbuka puasa)" (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)

(13). Makan berlebihan saat berbuka

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا

"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan" (QS. Al-A’raf: 31)

(14). Laki-laki tidak shalat berjamaah di masjid

(15). Puasa, tapi meninggalkan shalat wajib

(16). Tidak mengajak keluarga untuk ber-sungguh2 dalam beribadah

(17). Menyia-nyiakan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat

(18). Bersemangat ibadah hanya di awal-awal Ramadhan saja

(19). Tersebar hadist2 dho'if dan palsu tentang keutamaan bulan Ramadhan

(20). Membangunkan orang yang tidur dengan ucapan sahur....sahur dengan mic dari masjid dll

(21). Berpuasa, tetapi banyak tidur

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ

"Tidurnya orang yg berpuasa adalah ibadah. Diamnya tasbih. Doanya adalah doa yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan..." (hadits palsu)

(22). Menyakini waktu imsak (berhenti makan & minum 10 atau 15 menit sebelum waktu shubuh)

(23). Membaca doa berbuka puasa :

اللهم لك صمت و بك أمنت و على رزقك أفطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

"Allahumma laka shumtu wabika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin  

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang”

Jika dicek pada kitab2 hadits, maka tidak ditemukan lafazh seperti itu

(24). Bubar terlebih dahulu sebelum Imam selesai shalat tarawih

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

"Barangsiapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh" (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

(25). Shalat tarawih dengan cepat, tanpa ada tumakninah

(26). Membaca atau mengaminkan do'a khusus setiap selesai shalat tarawih 8 raka'at

(27). Setiap selesai 2 raka'at shalat tarawih membaca do'a / dzikir khusus secara berjamaah

(28). Menganggap salah seseorang yang tidak mau ikut membaca seara berjamaah bacaan doa / dzikir yang dikhususkan setiap selesai dua rakaat shalat tarawih

(29). Doa atau dzikir bersama setiap selesai witir

(30). Saat berangkat dan pulang dari shalat tarawih di masjid, banyak para wanita yang tidak menjaga auratnya

(31). Tetap saja sibuk dengan dunia dan tidak memperbanyak ibadah

(32). Adanya perayaan nuzulul Qur’an

(33). Zakat maal di Ramadhan saja

(34). Tidak mengeluarkan zakat fithri

(35). Bayar zakat fithri dengan uang

(36). Zakat fithri di awal2 Ramadhan

(37). Zakat fithri setelah shalat ied

(38). Seringnya acara buka puasa bersama sehingga banyak menghabiskan waktu

(39). I'tikaf di masjid, tapi mengganggu kaum muslimin yg sedang beribadah

(40). Di 10 terakhir Ramadhan sibuk dengan berbelanja, membuat kue dll

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official